





BENGKULU! KAMI PERSEMBAHKAN FESTIVAL ‘SEREMPAK’
Bertempat di kawasan cagar budaya Benteng Marlborough, bangunan penanda zaman di pantai barat Sumatra, salah satu peninggalan kolonial paling penting di Sumatra. Dibangun oleh Inggris pada awal abad ke-18, benteng ini bukan sekadar pusat pertahanan, tetapi juga simbol perebutan hegemoni kekuatan asing di Nusantara. Perjalanan sejarahnya mencerminkan dinamika panjang: mulai dari kehadiran East India Company (EIC), masa dominasi Belanda setelah Traktat London, hingga pendudukan Jepang pada masa Perang Dunia II. Menelusuri jejak Benteng Marlborough berarti melihat bagaimana politik global, perdagangan rempah, dan dinamika lokal Bengkulu berkelindan selama lebih dari dua abad;
Sejarah Benteng Marlborough tidak berakhir pada masa pendudukan Jepang. Justru sejak proklamasi kemerdekaan 1945, benteng ini memasuki babak baru sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Dari pos militer, barak tentara, hingga akhirnya dialihfungsikan sebagai situs cagar budaya, Benteng Marlborough terus hadir sebagai saksi bisu pergulatan zaman. Kini, ia bukan hanya peninggalan kolonial, melainkan warisan sejarah yang memanggil generasi sekarang untuk terlibat dalam pelestarian.
Benteng ini menyimpan jejak pertemuan berlapis: antara bangsa lokal dengan Inggris, Belanda, Prancis, Jepang, hingga Indonesia merdeka. Setiap periode meninggalkan kisah yang berbeda, tetapi semuanya bertaut dalam dinding-dinding tebal yang masih berdiri. Karena itu, melestarikan Benteng Marlborough berarti menjaga kesinambungan sejarah, agar narasi tentang perjuangan, perlawanan, sekaligus ketahanan masyarakat Bengkulu tidak hilang ditelan waktu.
Kita yang hidup hari ini juga tengah menuliskan bab baru dalam kisah panjang benteng ini. Setiap upaya konservasi, penelitian, maupun pemanfaatan sebagai ruang edukasi dan pariwisata adalah bagian dari sejarah itu sendiri. Suatu saat nanti, nama-nama kita mungkin tidak tercatat secara langsung di dinding benteng, tetapi langkah-langkah kecil yang kita lakukan akan menjadi bagian dari memori kolektif. Dengan demikian, Benteng Marlborough bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga milik masa depan—sebuah warisan yang akan terus hidup sepanjang kita memilih untuk menjaganya.
Kini, kami Serempak! menyajikan festival musik; seni dan budaya yang diselenggarakan di Benteng Marlborough dengan deretan atraksi musisi, seniman, termasuk warisan budaya Bengkulu. Festival ini hadir sebagai ruang ekspresi seni dan budaya yang menyatukan energi anak muda dengan identitas budaya pop kontemporer. Selama dua hari penuh, kita akan merayakan kekayaan budaya Bengkulu yang menjadi nadi tak terpisahkan.
Selain pertunjukan musik yang akan dimeriahkan oleh musisi tamu: Shaggydog, Kunto Aji, Nona Ria (kolaborasi musisi Gamad, Dendang dan Oppie Andaresta), serta deretan musisi jagoan Bengkulu seperti Bengkulu Blues Society, Guzmow, Jonikane, Ka Ga Nga, Orkes Pulang Malam, The Sound of Afternoon, Saeijang, Sebumi, dan banyak lainnya; kita juga akan merayakan kesenian dan warisan budaya Bengkulu dengan kemasan istimewa, seperti musik etnik, Gamad, Dendang, Marhaban Buai Anak, Syarafal Anam, Barong Landong, Kolosal Dhol, Wastra dan Kuliner khas, hingga kegiatan karnaval budaya, gelar wicara, lokakarya, pemutaran film, peragaan wastra, pertunjukan tari, serta pasar kuliner dan komunitas.
Camkoha Bengkulu! Mari berpartisipasi dan rayakan dengan Serempak, 27 – 28 September 2025 di Benteng Marlborough, Bengkulu.
Informasi terkini dan tiket tersedia di situs web serempak.com atau ikuti kami melalui media social (Instagram) @kitaserempak.
Festival Serempak 2025 turut diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya dan didukung oleh Sumatera Art Culture Initiated, Detik Event, Folk Bengkulu, dan Info Konser Bengkulu.
#kitaserempak #serempak #festivalserempak #merayakanperadaban #bentengmarlborough #bengkulu